hit counter script
Music Reviews

CD Review: Beyoncé – ‘Lemonade’

CD Review: Beyonce - Lemonade

Pada 17 April 2016 Beyoncé Giselle Knowles-Carter atau yang lebih dikenal dengan Beyoncé menayangkan trailervideo dari album terbarunya, Lemonade. Ini kemudian berlanjut di 23 April 2016 saat HBO menayangkan film alias album visual kedua Beyoncé yang juga merupakan album keenamnya. Di album kelimanya yang bertitel Beyoncé (2013), ia juga melakukan hal yang sama; meluncurkan album tanpa promosi sama sekali dan tiba-tiba meluncurkan albumnya melalui iTunes beserta video dari semua lagunya.

Yang cukup mengejutkan di album ini adalah Beyoncé banyak mengumbar kata-kata kotor. Dia sudah melakukannya di album sebelumnya, walau tidak segamblang di album ini. Di Lemonade, Beyoncé tidak sedang jatuh cinta. Di Lemonade ia menyuarakan feminisme, kulit hitam khususnya, secara gamblang dan menohok. Ia menyuarakan bagaimana rasanya menjadi perempuan kulit hitam di Amerika Serikat.

Di filmnya, pesan-pesan ini semakin terang benderang. Bagian awal album ini adalah bagaimana ia mewakili perempuan yang diselingkuhi oleh suaminya. Ini terlihat jelas di lagu “Pray You Catch Me”, “Hold Up”, atau “Sorry”. Bahkan di lagu “Don”t Hurt Yourself” yang berduet dengan Jack White, ia melampiaskan kemarahannya dalam lagu yang sangat tebal dengan warna rock dan lirik yang galak, “Who the fuck do you think I is?/ You ain”t married to no average bitch, boy!” Amarah melalui geraman vokalnya terasa begitu kuat.

Di bagian kedua, melalui lagu “Daddy Lesson” Beyoncé berusaha mengungkapkan kekerasan yang dilakukan oleh laki-laki terhadap pasangannya. Salah satu liriknya berbunyi: “My daddy warned me about men like you/He said baby girl he”s playing you.” Lagu dengan balutan musik country ini sangat tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi dengan bantuan video yang hanya menampilkan Beyoncé dan satu laki-laki berkulit hitam bermain gitar akustik dengan warna southern gothic.

Di lagu “6 Inch” yang ditemani oleh The Weeknd, Beyoncé berusaha menyuarakan suara wanita kulit hitam tentang upah mereka yang lebih kecil dari perempuan kulit putih dan pria. Liriknya berbunyi: “She too smart to crave material things/She pushing herself day and night/She grinds from Monday to Friday/Works from Friday to Sunday.”

Beyoncé tidak bermain aman di album ini walau perubahan menuju ke sana sebetulnya sudah dilakukan—walaupun tidak total–di album 4 (2011). Di lagu “Run The World (Girls)”, Beyoncé sudah memulai petualangannya dengan memasukkan unsur African beats. Di lagu yang memuat sample lagu Major Lazer berjudul “Pon de Floor” ini sangat terasa pengaruh dari Fela Kuti (salah satu legenda music Afrobeat). Di lagu “Countdown” masih di album yang sama, pengaruh itu juga terasa. Bahkan jika ditarik ke belakang di lagu “Single Ladies (Put A Ring On It)” dari album I Am… Sasha Fierce(2008), pengaruh itu sudah ada.

Selain melibatkan berbagai musisi di Lemonade (antara lain Ezra Koenig, Kendrick Lamar, Father John Misty, James Blake), ini menggambarkan betapa variatifnya musik di sini. Blues, rock, gospel, country, dan R&B yangsoulful menunjukkan Beyoncé yang terbuka terhadap semua jenis musik dan membawakannya dengan berkualitas.

Film dibagi menjadi sebelas jilid yang selaras dengan tiga belas lagu, bersama tim yang berisi antara lain Mark Romanek, Khalil Joseph, dan Melina Matsoukas. Film dengan aura southern gothic dipilih untuk menggambarkan kondisi penduduk berkulit hitam, khususnya wanita, di Amerika Serikat saat ini.

Pesan yang paling jelas terlihat di video “Forward”. Beyoncé berduet dengan James Blake dan tampak para anggota keluarga memegang foto berpigura yang merupakan korban pembunuhan anggota polisi. “Formation” menggambarkan mobil polisi yang sedang tenggelam dan juga ada sekilas tulisan pylox “Stop Shooting Us”.

Lemonade adalah album yang komplet. Ditemani dengan film berdurasi satu jam, ini adalah album yang personal, jujur, politis, kontroversial, menantang, dan berani.

ad 728x90
BAGIKAN PENILAIAN ANDA!


BAGAIMANA REAKSI ANDA TENTANG ARTIKEL INI?
  • Love it!
  • WTF!
  • Sad
  • Grrrr
  • Who Cares
  • Scare

Komentar